You are currently viewing BAB Berdarah Pada Si Kecil? Simak Pembahasannya!
https://www.freepik.com/free-photo/full-shot-cute-kid-holding-toilet-paper_23591427.htm

BAB Berdarah Pada Si Kecil? Simak Pembahasannya!

BAB atau buang air besar adalah suatu kegiatan yang pasti dilakukan makhluk hidup, dan telah menjadi bagian dari kehidupan sejak kita masih kecil. Jika Si Kecil mengeluarkan darah saat BAB, hal ini tentu akan membuat Clencies khawatir. Ketika terjadi BAB dengan darah, dokter akan melakukan pemeriksaan secara teknis untuk menentukan penyebabnya. Biasanya, dokter akan memperhatikan warna dan jumlah darah. Oleh karena itu, jika Si Kecil mengalami BAB dengan darah, penting bagi Clencies untuk memberikan penjelasan yang lebih mendetail kepada dokter!

Baca Juga: Cara Memegang Si Kecil Yang Baru Lahir

Penyebab umum dari munculnya BAB berdarah pada Si Kecil antara lain:

  • Sembelit

Ternyata, balita juga dapat mengalami sembelit! Sembelit pada balita biasanya terjadi karena mereka masih memiliki kebiasaan menahan BAB. Jika sembelit berlanjut, tinja bisa menjadi lebih keras dan kering. Akibatnya, saat Si Kecil berusaha untuk mengeluarkan tinja, kontak fisik yang terjadi dapat menyebabkan timbulnya darah.

  • Diare

Diare kronis juga dapat menyebabkan tinja mengandung darah. Diare dapat menjadi reaksi terhadap makanan tertentu atau dapat juga menjadi tanda masalah kesehatan seperti radang. Frekuensi BAB yang meningkat tentu juga semakin memperbesar kemungkinan Si Kecil mengeluarkan darah di BAB nya.

  • Robekan anus

Robekan kecil pada anus (Fisura Ani) sering kali disebabkan oleh tinja yang keras. Ketika anak mengalami sembelit dan mengejan, anus dapat mengalami pendarahan. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan gatal di sekitar anus, terutama setelah anak buang air besar. Sebagai tindakan pencegahan, orang tua dapat memberikan makanan tinggi serat dan memastikan anak cukup minum. Juga, penting untuk meminta anak agar tidak mengejan terlalu keras.

Warna darah pada tinja anak

Perlu Clencies ingat bahwa warna darah dapat memberikan petunjuk tentang kondisi kesehatan Si Kecil. Misalnya, jika darah berwarna merah, itu bisa menandakan adanya pendarahan di daerah rektum. Jika tinja berwarna hitam, darah mungkin berasal dari bagian tubuh lain yang terletak di sekitar perut bagian atas.

Sebagai informasi tambahan, selain darah, lendir juga dapat muncul dalam tinja anak. Misalnya, jika anak memiliki alergi susu, kemungkinan besar tinja akan mengandung lendir.

Baca Juga: Mengatasi Biduran Pada Bayi

Kapan harus membawa Si Kecil ke dokter?

Meskipun biasanya pendarahan saat BAB dapat ditangani di rumah, tetapi kita tetap harus waspada! Penting untuk membawa anak ke dokter jika mengalami beberapa gejala seperti: menangis tanpa henti, demam yang berkepanjangan, kelelahan, hilang nafsu makan, keluarnya darah dalam jumlah banyak atau berbentuk gumpalan.

Peran orang tua dalam memantau anak sangatlah penting untuk memastikan tindakan cepat dan responsif ketika terjadi kondisi seperti BAB berdarah ini! -KJ